
LeIP, Taipei, Taiwan – Pada 18 – 19 Agustus 2024, Shevierra Danmadiyah (Peneliti LeIP), dengan dukungan dari Luminate, mengikuti Digital Rights in Asia-Pacific (DRAPAC25) Assembly.
DRAPAC25 merupakan forum dialog terkait hak-hak digital di kawasan Asia-Pasifik yang dihadiri oleh berbagai perwakilan dari masyarakat sipil, akademisi, juga swasta. Forum dialog ini ditujukan untuk merespons berbagai kesempatan dan ancaman yang mungkin muncul dari adanya perkembangan teknologi digital. Sepanjang forum, terdapat berbagai sesi diskusi, lokakarya, seminar, dan lain-lain, yang berfokus pada hak-hak digital. Dari keseluruhan sesi, Peneliti LeIP mengikuti sebanyak 13 sesi, di antaranya adalah “Multi-stakeholder Dialogue on The Future of Digital in ASEAN”, “Unleashing The Power: Amassing Ideas to Fortify Civil Society Engagement in The Governance of AI”, dan “How Does The Government Use Our Personal Data? Challenges in Freedom of Information, Litigation, and Legislation”.

Melalui sesi-sesi yang diikuti oleh Peneliti LeIP, LeIP memperoleh wawasan mengenai lanskap ancaman hak-hak digital yang terjadi di wilayah Asia-Pasifik, seperti munculnya otokrasi digital yang justru dilegalisasi melalui undang-undang. Diketahui juga, bahwa saat ini, pemerintah di negara-negara Asia-Pasifik, khususnya Asia Tenggara, saling menyalin-tempel tindakan-tindakan represi digital satu sama lain. Tindakan ini, setidaknya, terjadi dalam bentuk surveillance, sensor, hingga kriminalisasi terhadap ekspresi yang sah yang diungkapkan melalui media digital.
Berefleksi dari kondisi tersebut, LeIP menyadari bahwa pengadilan idealnya memegang peran penting untuk menjadi penyeimbang kekuasaan pemerintah yang semakin bergeser ke arah otokrasi. Pengadilan harus menjadi ruang aman bagi warga negara untuk menuntut hak-haknya, termasuk hak-hak digital.
Sepanjang DRAPAC, Peneliti LeIP juga berjejaring dengan organisasi masyarakat sipil dari Asia-Pasifik yang berfokus pada hak asasi manusia, hak digital, hukum, dan orang muda, seperti EngageMedia, ASEAN Youth Forum, Forum Asia, dan Malaysian Centre for Constitutionalism and Human Rights. Selain itu, Peneliti LeIP juga terhubung dengan beberapa akademisi dari Monash University Malaysia dan eWorldwide Group.
Shevierra Danmadiyah



