
LeIP, Kuala Lumpur, Malaysia – Pada 26 – 28 Agustus 2025, Shevierra Danmadiyah (Peneliti LeIP), dengan dukungan dari Luminate, mengikuti Digital Rights in Asia-Pacific (DRAPAC25) Assembly
DRAPAC25 merupakan forum dialog terkait hak-hak digital di kawasan Asia-Pasifik yang dihadiri oleh berbagai perwakilan dari masyarakat sipil, akademisi, juga swasta. Forum dialog ini ditujukan untuk merespons berbagai kesempatan dan ancaman yang mungkin muncul dari adanya perkembangan teknologi digital. Sepanjang forum, terdapat berbagai sesi diskusi, lokakarya, seminar, dan lain-lain, yang berfokus pada hak-hak digital. Dari keseluruhan sesi, Peneliti LeIP mengikuti berbagai sesi, di antaranya adalah “To the End of the Road: Strategic Human Rights Litigation as Guiding Light after the Dawn”, “Co-designing Alternative Economic Models amidst the Current Funding and Resource Landscape”, “Decoding Global AI Indexes: Bridging Divides and Ensuring Inclusive AI Development”, dan “Wishful Thinking: Meaningful Civil Society Participation in AI Policymaking, Innit?”.
Pada sesi “To the End of the Road: Strategic Human Rights Litigation as Guiding Light after the Dawn”, salah satu sesi yang paling relevan dengan isu LeIP, Peneliti LeIP mendapat wawasan bahwa organisasi masyarakat sipil di banyak negara memanfaatkan pengadilan sebagai forum untuk mencari perlindungan hak-hak digital. Kasus-kasus yang dibawa oleh organisasi masyarakat sipil ke pengadilan, di antaranya, adalah kasus terkait surveillance, penggunaan spyware, hingga hyperscale data center. Meski organisasi masyarakat sipil tidak selalu menang di pengadilan, tetapi organisasi masyarakat sipil merasa bahwa gugatan strategis ke pengadilan adalah langkah penting untuk mencapai perubahan sosial (societal changes). Setidaknya, dengan gugatan strategis, masyarakat menjadi sadar dengan isu-isu hak digital.
Selain mengikuti berbagai sesi, Peneliti LeIP juga berjejaring dengan berbagai organisasi, salah satunya adalah Judicial Reform Foundation (JRF). Dengan JRF, Peneliti LeIP bertukar banyak hal mengenai kesempatan dan tantangan bekerja dalam isu-isu peradilan, khususnya dalam hal merelevansikan isu tersebut dengan isu hak digital.
Shevierra Danmadiyah



