H.Sarwata, S.H. (1996-2000)

Sarwata

H.Sarwata, S.H. (1996-2000)

Sarwata dilahirkan di Tebing Tinggi, 2 Juli 1935 dan wafat di Jakarta, 3 Agustus 2003. Sarwata menyelesaikan pendidikan hukumnya di Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada tahun 1962 dan mengawali karir sebagai ahli tata usaha pada Direktorat Hukum Departemen Luar Negeri. Tidak bertahan lama di Departemen Luar Negeri, Sarwata memutuskan mengikuti Sekolah Dasar Perwira TNI AU dan memulai kariernya sebagai hakim militer pada tahun 1964. Karier militernya menanjak hanya dalam setahun dengan menjabat sebagai Ketua Pengadilan Angkatan Udara dan Hakim Mahkamah Militer Luar Biasa pada tahun 1966. Sepanjang karier militernya, Sarwata menjabat sebagai hakim militer tinggi (1968), Kepala Mahkamah Militer Jakarta (1979), Asisten Operasi Badan Pembinaan Hukum ABRI (1983), dan Ketua Mahkamah Militer Ujungpandang (1984). Selain berkarier di militer, Sarwata juga ditunjuk sebagai Sekretaris Jenderal Kementerian Negara Agraria dan Badan Pertanahan Nasional (1986) dan staf ahli Menteri Negara Perencanaan Pembangunan (1989).

Sarwata memasuki Mahkamah Agung dengan diangkat menjadi hakim agung (1990), Ketua Muda Bidang Peradilan Militer/ABRI (1993) dan memegang jabatan Ketua MA sejak 1996. Dalam masa kepemimpinannya, Sarwata mengetuai komisi yang menyelidiki skandal Gandhi dan menandatangani permintaan untuk memecat Ketua Muda Mahkamah Agung Adi Andoyo yang bersuara lantang mengenai adanya dugaan kecurangan internal dan kolusi di Mahkamah Agung. Perkara Megawati yang berusaha ditumbangkan sebagai Ketua Umum PDIP dan diajukan ke Pengadilan menarik perhatian publik, Mahkamah Agung di bawah Sarwata berusaha mengontrol situasi dengan memerintahkan Pengadilan untuk menolak gugatan dan menolak upaya banding dengan alasan masalah internal partai. Namun beberapa Pengadilan Negeri menolak perintah tersebut.

Sumber :
• Sebastian Pompe, Runtuhnya Institusi Mahkamah Agung, (LeIP: Jakarta, 2012)
• http://www.tokohindonesia.com/biografi/article/285-ensiklopedi/2286-ketua-ma- yang-tak-pernah-marah
• http://news.liputan6.com/read/59692/mantan-ketua-ma-sarwata-berpulang