Raynov Tumorang Pamintori

Raynov

Raynov Tumorang Pamintori meraih gelar Sarjana Hukum dari Universitas Indonesia pada tahun 2014. Selama tahun terakhirnya di perkuliahan, Raynov sempat menjadi volunteer pemantau persidangan dan kemudian diangkat menjadi asisten peneliti di Masyarakat Pemantau Peradilan Indonesia Fakultas Hukum UI (MaPPI-FHUI). Di sana, ia terlibat dalam beberapa proyek penelitian, salah satunya yaitu mengenai implementasi Surat Keputusan Ketua Mahkamah Agung mengenai Pedoman Pelayanan Informasi di Pengadilan.
Setelah menyelesaikan studinya, Raynov bekerja sebagai tenaga pendukung di Direktorat Hukum dan HAM Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) di mana ia membantu pelaksanaan studi mengenai peluang penerapan sistem peradilan pidana terpadu di Indonesia. Sebelum bergabung dengan LeIP, Raynov bekerja untuk organisasi masyarakat sipil Reprieve yang berfokus pada pemantauan dan pendampingan hukum terhadap kasus-kasus hukuman mati di Indonesia. Sejak 2021, Raynov menjadi peneliti LeIP dan telah mengerjakan berbagai penelitian dan pelatihan yang berkaitan isu hak asasi manusia dan peradilan.
Sepanjang karir profesionalnya, Raynov telah menghasilkan beberapa tulisan yang dipublikasikan baik di media cetak maupun elektronik, di antaranya “Executions: Indonesia disregards its own laws” yang dipublikasikan di harian The Jakarta Post dan “Populism versus Justice” yang dipublikasikan pada laman Inside Indonesia. Ia juga terlibat menyusun berbagai laporan untuk mekanisme hak asasi manusia PBB serta laporan kebijakan berjudul “Memperkuat Perlindungan Hak Orang Berhadapan dengan Hukuman Mati/Eksekusi” pada tahun 2019. Raynov juga berkontribusi menulis bersama salah satu bab dalam buku berjudul “Crime and Punishment in Indonesia” yang dipublikasikan pada tahun 2021.